Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Agustus, 2013

[sepi]

Ku lari ke hutan, kemudian menyanyiku Ku lari ke pantai, kemudian teriakku Sepi-sepi dan sendiri,  Aku benci Aku ingin bingar,  Aku mau di pasar Bosan aku dengan penat, Dan enyah saja kau pekat Seperti berjelaga jika ku sendiri Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh, Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih, Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?* Terlahir seorang diri di muka bumi,, mengenali setiap wajah,, mendengar setiap suara.. merangkak meraih,, belajar berdiri tegak,, mengayunkan langkah berlari,, di kerumunan orang berada,, d i tengah keramaian,. aku masih merasa sepi,, hingga sepi benar menjadi abadi,, hilang seorang diri.. *puisi Rangga dalam Ada Apa dengan Cinta **gambar dari naromacan.blogspot.com

Menikah: Syar'i atau Manhaji?

Ku dapati kabar pernikahan lagi dari seorang kawan. Ia urutan ke empat dari kelas kami yang kan mengikat janji suci bernama pernikahan. Barakallah untuknya. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.. Amin Menikah,,, hm,, sering menjadi topik perbincangan di kalangan mahasiswa. Apalagi yang mau ataupun sudah melepas gelarnya sebagai mahasiswa. Bagaimana tidak.. Siapa yang tak inginkan menikah? Jalan tuk menggenapkan separuh dien agama. Sunah Rasulullah. Lalu menikah seperti apa yang diinginkan? Ada dua kata yang sering menjadi bahan pemikiran para aktivis dakwah tentang menikah. Syar'i atau manhaji? Dua kata yang akan menjadi pilihan jalan yang ingin ditempuh. Pertanyaan serius itu pun tak luput ditujukan kepadaku oleh 'ibu' setahun yang lalu. Dengan mantap ku lontarkan jawaban atas pemahamanku. Jawaban yang masih ku ingat dan ku pegang hingga saat ini. Semoga Allah pun meridhoinya. Islam menuntun umatnya untuk menikah sesuai syari'at

Judulnya, Aku Ingin Bersama Selamanya

Ketika tunas ini tumbuh,  serupa tubuh yang mengakar. Setiap nafas yang terhembus adalah kata.  Angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah berpautan.  Tangan kita terikat… Lidah kita menyatu…  Maka setiap apa yang terucap adalah sabda pendita ratu.  Hahhh... Di luar itu pasir… Di luar itu debu…  Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada.  Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu.  Jiwa ini tandu… Maka duduk saja…  Maka akan kita bawa ... Semua…  Karena kita adalah satu. * puisi dalam Ada Apa Dengan Cinta

Kenangan

Kita mengingat banyak hal dalam kehidupan kita, tersimpan dalam lipatan-lipatan memori otak. Jejak kehidupan tertata rapi. Ada yang begitu lekat dalam benak tanpa perintah pemiliknya. Ada yang tak ingin terlupakan. Ada yang hilang begitu saja. Kenangan.. selalu identik dengan masa yang tlah lalu, masa yang sudah luput dari mata setiap orang punya kenangannya sendiri, yang hanya menjadi miliknya seorang kenangan tentang diri, kenangan tentang orang lain, kenangan sekitar kenangan,, di dunia ini kita hanya mengenang seseorang ada kebahagiaan, kesedihan kami untuk dia, dia untuk kami kenangan,, kenangan manis,, kenangan pahit,, ada derita, ada cerita, ada dongeng, ada obrolan obrolan dapat terlupakan, kenangan yang teringat ( lirik "yaadein" dalam bahasa indonesia) Bukankah manusia itu sebenarnya hidup dalam kenangan? Kenangan yang mempengaruhi kehidupan, kenangan yang bisa melemahkan, ataupun kenangan yang bisa memberikan kekuatan luar biasa Tak sedi

Panen Doa

Tradisi sungkeman selalu menjadi hal penting saat lebaran. Sungkeman dari yang muda kepada yang tua. Ini bukanlah hanya tentang tradisi, melainkan juga wujud kasih sayang. Bagaimana tidak,, saat sungkeman itu akan membuat kita menjadi semakin dekat, semakin sayang, dan memahami begitu berharganya memiliki orang-orang yang menyayangi kita. Saat tangan berjabat,, saat pelukan hangat terasa,, begitu juga dengan untaian kata maaf dan doa yang teriring. Ya,, doa.. Entah ada berapa banyak doa yang diberikan kepada kita dari orang tua kita, kakek nenek kita, sesepuh kita, kerabat kita sangat kita menghampiri mereka dan sungkem ke mereka. Doa yang pastinya lebih berharga dari uang yang mungkin kita terima saat lebaran. Ya, bisa dibilang saat lebaran itu adalah saat kita panen doa. Bahagia dong pastinya saat ada banyak orang yang mendoakan kita. Apalagi kalau doa itu memang benar-benar kita harapkan. Doanya pun bermacam-macam. Doa agar kita selalu diberi keselamatan, doa agar me

Keluarga

Berkumpul dengan keluarga adalah momen-momen yang pasti ditunggu-tunggu saat lebaran. Aku mau cerita dikit soal keluarga besarku kali ini.. Yang pertama,, mulai dari keluarga dari ibu.. -Mbah kakung dan mbah putri punya 7 orang anak, yang terdiri dari 5 orang anak laki-laki dan 2 orang anak perempuan (ibu termasuk di dalamnya). Nah dari 7 orang anak itu dikaruniai anak-anak dan cucu-cucu.. Mbah sampai saat ini baru punya 2 cucu laki-laki dan itu dari 2 putri mereka. Kebanyakan cucu mbah dari pihak ibu itu perempuan.. Nah dari cucu-cucunya yang perempuan itu dikaruniai cicit laki-laki.. -Kalau soal nama,, rada mirip-mirip.. 1. Dua cucu laki-laki diberi nama Dedy dan Donny; Danang, Dafa (cicit laki2)--> sama-sama di awali huruf D. 2. Cucu-cucu perempuannya: Endang dan Erna, Linda dan Lia 3. Cicit perempuannya: Nabila, Nadia, Nasya, Nara (kalau nara ini nama awalnya alia,, untung g dipanggil Lia,, sama dong entar.. :D) Yang kedua, keluarga dari pihak bapak -B