Langsung ke konten utama

Merangkai Kata

termenung dengan sebuah kesendirian, tapi bukan berarti kosong.
setidaknya tidak kosong di kepala.
imaji itu selalu ada bahkan tak pernah luput dalam seharinya
beterbangan sperti debu yang tersapu angin
kadang hilang dan terganti yang lain
kadang masih lekat..

ada kisah yang ingin ditulis
kisah yang inginkan berbagi makna denganmu
bukan hanya milikku, bukan hanya menetap di kepalaku

tapi ternyata tangan ini terkadang lebih nyaman tuk tak bergerak di atas kertas
ataupun tak menari di atas piano abjad
entah karena tuntutan yang sudah sampai pada batas mati
atau karena malas itu menerpa
atau malah karena enggan merangkai kata?
ahh,, entahlah

huft,, sebenarnya hanya butuh tekad
tuk mengubah setiap angan jadi kata
tuk merangkai setiap kata jadi cerita..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Mencari Inspirasi

@ Curug 7 Bidadari _berharap membaca legenda, tapi tak ku dapati_ coba di itung berapa curug nya? he jalan yang lain _di akhir perjalanan_ merenungi banyak hal mencari inspirasi tanpa batas

Belajar dari Shahabiyah __#part 1

Kami Berbaiat kepada Nabi Kita menyaksikan sejarah keterlibatan Ummu Imarah binti Ka'ab, seorang perempuan Banu mazin, dan Asma' binti Amr bin Adi, perempuan dari Bani Salamah, dalam baiat Aqabah kedua bersama 73 kaum laki-laki. Bai'at Aqabah kedua terjadi pada malam hari di lembah Aqabah, berisi janji setia 75 sahabat Yastrib kepada Rasul saw. Mereka berjanji untuksenantiasa mendengar dan taat, berinfaq di waktu sempit maupun lapang, untuk senantiasa melakukan amar ma'ruf nahi munkar, untuk berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan orang yang mencela, serta senantiasa membela Nabi saw. Dalam kitab manhaj Haraki, baiah ini merupakan persiapan pembentukan negara. Setelah itu, kita juga mendapatkan kisah perempuan-perempuan mu'minat berbaiat kepada Rasul saw sesuai dengan perintah Allah Ta'ala: "Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia (baiat) bahwa mereka tidak akan mempersekutukan se...

LANTUNAN HATI

Mengarungi samudera kehidupan Kita ibarat para pengembara Hidup ini adalah perjuangan Setiap orang pasti punya prosesnya masing-masing. Telah terlampaui masa hijrah itu bagiku. Aku yang menganggapnya begitu. Masa beberapa tahun lalu. Bukan sebuah hal yang mulus atau pun berjalan dengan mudah. Cobaan-cobaan yang datang berusaha menggoyahkan iman, berusaha menjatuhkan ku mendaki gunung komitmen itu. Yang terberat datang dari orang-orang dekat, orang-orang yang sangat dicintai. Mengoyak hati. Perjalanan yang panjang, berliku, dengan duri-duri tajam nya itu ku tapaki. Yang aku pun tak tahu perjalanan ini sudah sampai di halte yang ke berapa. Yang ku tahu, ku jalani karena hati ini yang menuntunnya. Ku lakukan, karena itu dipercayakan kepadaku. Ku perkuat bahwa semuanya untukNya. Sudah menjadi pilihanku, menjadi langkahku. Ini langkahku...  yang kan ku ayuh walaupun payah...  tak akan jera Ini langkahku...  kan trus melaju setegar karang...  bangkitkan jihad ...