Langsung ke konten utama

Jika Suatu Saat Nanti........














Saat orang yang kau sayang meninggalkanmu, pasti akan sangat sedih.. kehilangan..
dalam hidup kita itu pasti terjadi kan,,. entah itu orang-orang di sekitar mu yang akan meninggalkanmu pergi entah kemana.. atau pergi untuk selamanya..

sering kali terlintas di pikiran ku.. jika aku yang pergi lalu bagaimana?
apakah akan ada orang-orang yang kehilangan diriku?
apakah akan ada yang merindukanku?
'hah,, emang siapa dirimu sampai kau bisa berpikir seperti itu?' pertanyaan yang ku tujukan untuk diriku sendiri.

jika suatu saat nanti aku akan pergi,, aku ingin kebaikanku lah yang akan mereka kenang.
untuk itu aku ingin selalu bisa berbuat baik kepada semua orang..
ya, tapi diri ini pun tak sempurna,, apa adanya..

jika suatu saat nanti aku akan pergi,, aku ingin orang-orang yang aku cintai,, tahu bahwa aku mencintai mereka.. walaupun cinta itu tak terucap oleh lisan ku..
aku ingin mereka bahagia,, bahagia,,, dan akan baik-baik saja,, menjadi lebih baik dari sebelumnya..
bahkan jika untuk itu, aku harus memberikan segala yang aku punya,,
jiwa dan ragapun akan ku berikan,, jika aku bisa..
agar mereka bahagia..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Perjalanan Mencari Inspirasi

@ Curug 7 Bidadari _berharap membaca legenda, tapi tak ku dapati_ coba di itung berapa curug nya? he jalan yang lain _di akhir perjalanan_ merenungi banyak hal mencari inspirasi tanpa batas

Belajar dari Shahabiyah __#part 1

Kami Berbaiat kepada Nabi Kita menyaksikan sejarah keterlibatan Ummu Imarah binti Ka'ab, seorang perempuan Banu mazin, dan Asma' binti Amr bin Adi, perempuan dari Bani Salamah, dalam baiat Aqabah kedua bersama 73 kaum laki-laki. Bai'at Aqabah kedua terjadi pada malam hari di lembah Aqabah, berisi janji setia 75 sahabat Yastrib kepada Rasul saw. Mereka berjanji untuksenantiasa mendengar dan taat, berinfaq di waktu sempit maupun lapang, untuk senantiasa melakukan amar ma'ruf nahi munkar, untuk berjihad di jalan Allah dan tidak takut celaan orang yang mencela, serta senantiasa membela Nabi saw. Dalam kitab manhaj Haraki, baiah ini merupakan persiapan pembentukan negara. Setelah itu, kita juga mendapatkan kisah perempuan-perempuan mu'minat berbaiat kepada Rasul saw sesuai dengan perintah Allah Ta'ala: "Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia (baiat) bahwa mereka tidak akan mempersekutukan se...

LANTUNAN HATI

Mengarungi samudera kehidupan Kita ibarat para pengembara Hidup ini adalah perjuangan Setiap orang pasti punya prosesnya masing-masing. Telah terlampaui masa hijrah itu bagiku. Aku yang menganggapnya begitu. Masa beberapa tahun lalu. Bukan sebuah hal yang mulus atau pun berjalan dengan mudah. Cobaan-cobaan yang datang berusaha menggoyahkan iman, berusaha menjatuhkan ku mendaki gunung komitmen itu. Yang terberat datang dari orang-orang dekat, orang-orang yang sangat dicintai. Mengoyak hati. Perjalanan yang panjang, berliku, dengan duri-duri tajam nya itu ku tapaki. Yang aku pun tak tahu perjalanan ini sudah sampai di halte yang ke berapa. Yang ku tahu, ku jalani karena hati ini yang menuntunnya. Ku lakukan, karena itu dipercayakan kepadaku. Ku perkuat bahwa semuanya untukNya. Sudah menjadi pilihanku, menjadi langkahku. Ini langkahku...  yang kan ku ayuh walaupun payah...  tak akan jera Ini langkahku...  kan trus melaju setegar karang...  bangkitkan jihad ...