Langsung ke konten utama

Perahu Kertas


Sore tadi hujan,, liat 3 adek kecil yang dengan bahagianya main perahu,, berusaha melajukan perahu mereka. Tapi sayang, perahunya lama kelamaan tak mau melaju karena basah tertimpa tetes hujan.
Lalu mereka pun lari, dan dengan minim kata mereka menyodorkan kertas, seakan bilang,, "amah, bikinkan perahu.." lucu.. :)

maka ku ingat sebuah lagu...

perahu kertas ku kan melaju 
membawa surat cinta bagimu
kata-kata yang sedikit gila
tapi ini adanya

perahu ku sudah melaju. dan surat cintaku pun sudah ku haturkan padaMu. bayangan imajinasiku inginku jadi nyata..

perahu kertas mengingatkanku
betapa ajaibnya hidup ini

life is wonderful.. ya benar.. tak pernah kita tahu perahu ini akan berlayar sampai mana dan menghadapi apa. banyak kejutan. yang tak terkira pun itu bisa saja terjadi. yang tak mungkin pun bisa saja hadir. karena Ia bisa buat segalanya..

hidupkan lagi mimpi-mimpi
(cinta-cinta) cita-cita
yang lama ku pendam sendiri
berdua ku bisa percaya

mimpi.. ya,, setiap orang punya mimpi.. impian yang digantungkan di langit tak berujung.
mimpi, cita-cita,, itu dapatkah teraih dengan tangan sendiri?
lalu bagaimana dengan cinta?
setiap orang inginkan cinta,, setiap orang punya cinta
seharusnya cinta kan mampu mewujudkan mimpi kan. dan mungkin itulah yang biasa disebut kekuatan cinta.
karena begitulah cinta seharusnya, berada di jalan yang benar, maka cinta kan mendatangkan rahmatNya.
the miracle of love...

Ku bahagia kau telah terlahir di dunia
dan kau ada di antara milyaran manusia
dan ku bisa dengan radarku menemukanmu

ada hal-hal aneh di muka bumi ini. saat kau merasakan apa yang tak kau pahami mengapa bisa itu terjadi.
ada yang bisa dijelaskan,, dan ada banyak yang tak bisa.
ada berjuta misteri di dunia ini.
kau pun adalah misteri...
mungkin kau sudah hadir di depan mata,, mungkin juga kau masih disimpan Allah entah dimana.
tapi yang pasti kau ada..
dan tulang rusuk ini pasti akan kembali padamu. tak akan tertukar, iya kan..
dan aku yakin radar ku pun akan menemukanmu,, di saat yang tepat pastinya..

tiada lagi yang mampu berdiri halangi rasaku
cintaku padamu

dan jika saat itu telah tiba,, dengan restu dariNya..
kan ku persembahkan cinta ku padamu...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Impian..[Kan terus terasa Indah]

Merangkai mimpi... Setiap orang pasti pernah melakukannya kan.. Jadi teringat dahulu ketika masih anak-anak. Ketika ditanya,"nanti kalau udah besar mau jadi apa?" Dan ku jawab, "mau jadi dokter".. Sambil membayangkan memakai baju putih, stetoskop terkalung di leher, sedang memeriksa pasien. hmm.. :) Seiring berjalannya waktu, cita-cita kadang silih berganti karena teman dan lingkungan. Walaupun begitu dokter masih menjadi angan-angan yang menyenangkan. Allah ternyata punya kehendak lain. Angan-angan itu tak akan mungkin kesampaian. Namun, Allah mengirimkan impian yang lain. Yang mungkin itu yang terbaik. Mimpi besar ku: 1. Mendirikan sekolah yang 'keren' buat anak-anak tidak mampu dan anak-anak jalanan. Jalan bagi mereka menggapai mimpi mereka, tuk menjadi lebih baik. 2. Menjadi menteri pendidikan..  semoga Allah mengabulkan.. Amin Inginku,, impian ku tidak hanya milikku. Dan bukan sebuah egoisme sendiri akan mimpi itu. Tapi mimpi ini semoga ...

Mengapa Saya?

Sore ini mendengarkan sebuah tulisan dari ustadz Cahyadi saat dibacakan oleh saudariku.. Memberi hikmah dan inspirasi.. Ini yang teringat: Ada seorang petenis kulit hitam bernama Arthur Ashe. Sang Juara Wimbledon. Pada suatu tahun (lupa tahunnya) ia terkena serangan jantung dan mengharuskannya operasi. Setelah opersai bukannya sembuh, tetapi ia malah terinfeksi HIV melalui tranfusi darah yang diterimanya. Suatu ketika ia mendapat surat dari penggemarnya, "mengapa Tuhan memilihmu menderita penyakit itu?" Ia menjawab, "di dunia ini ada 50 juta anak ingin bermain tenis, 5 juta orang bisa bermain tenis, 500ribu orang belajar menjadi pemain profesional, 50ribu bertanding di arena, 5ribu mencapai turnamen, 50 orang sampai ke wimbledon, 4 orang bermain di semifinal, 2 orang bertanding di final" Saat Ashe mengangkat trofi wimbledon, ia berujar, "saya tidak pernah bertanya kepada Tuhan: Mengapa Saya? Jadi ketika saya sakit, tidak seharusnya juga saya bertan...

Saat Dakwah itu Menyentuh Hati

Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam yang telah membukakan pintu hati, yang telah memberikan kesempatan untuk berubah, yang telah memberikan hidayah kepada hambaNya. Perjalanan ini mungkin belum dimulai jika lisan tak membalas sapaannya, jika tangan tak menyambut uluran tangannya jika hati tak tersentuh olehnya, maka yang ada hanyalah ilusi Karena dakwah lah aku berada disini Cinta, ukhuwah, kepercayaan, dan doa yang mengantarkanku Banyak hal yang sudah terlalui Orang-orang pun jadi silih berganti Namun tak menghilangkan apa yang membekas di hati Bersyukur karena menemukan mereka Bersyukur karena ditemukan mereka Bersyukur karena dapat mengenal dan berjuang bersama mereka Dakwah ini memang bukanlah hal yang mudah Rintangan, duri-duri tajam akan senantiasa mengiringi perjalanan Doa untuk istiqomah di jalan ini senantiasa teriring Walau tak bisa dipungkiri, pertanyaan terkadang mengusik pikiran Apakah benar yang ku lakukan ini adalah dakwah? Sudahkah? Atau ha...