Langsung ke konten utama

Postingan

Skenario Terbaik

Engkau tahu, duhai tetes air hujan, kering sudah air mata, tidur tak nyenyak, makan tak enak, tersenyum penuh sandiwara, tapi biarlah Tuhan menyaksikan semuanya.  Engkau tahu, duhai gemerisik angin,kalau boleh, ingin kutitipkan banyak hal padamu, sampaikan padanya sepotong kata, tapi itu tak bisa kulakukan, biarlah Tuhan melihat semuanya.  Engkau tahu, duhai tokek di kej auhan,setiap kali kau berseru ‘tokekk’, aku ingin sekali menghitung, satu untuk iya, satu untuk tidak, lantas berharap kau berbunyi sekali lagi agar jawabannya ‘iya’, dan berharap kau berhenti jika memang sudah ‘iya’, tapi itu tak bisa kulakukan, biarlah Tuhan mendengar semuanya. Engkau tahu, duhai retakan dinding,sungguh aku tak tahu lagi berapa dalam retaknya hati ini, besok lusa, mudah saja memperbaiki retakanmu dinding, tinggal ambil semen dan pasir, tapi hatiku, entah bagaimana merekatkannya kembali, tapi biarlah Tuhan menyaksikan semuanya. Wahai orang-orang yang merindu, maka malam ini, aka...

Kadang Kemenangan Datang Terlambat

http://abisyakir.files.wordpress.com Kadang-kadang terlambat datangnya kemenangan karena struktur umat Islam belum cukup matang, belum cukup sempurna, belum berhimpun semua kekuatannya, belum terorganisir baik dan bersatu seluruh jaringan, supaya diketahui seberapa puncak kekuatan amunisi dan kesiapan yang dimilikinya. Kalau ia mendapatkan kemenangan pada saat itu ia akan mudah rontok karena tidak mempunyai kemampuan menjaganya dalam waktu lama. Kadang-kadang kemenangan terlambat datang hingga seluruh pejuang mencurahkan sagala kemampuan yang ia miliki, dan mengeluarkan apa saja yang ia punya. Maka tidak ada lagi yang tersisa dari barang yang mahal dan berharga kecuali sudah ia sumbangkan. Dia tidak hanya mencurahkan hal yang ringan lagi murahan di jalan Allah. Kadang-kadang kemenangan itu terlambat datangnya supaya para pengusung kebenaran mencobakan seluruh kekuatan dan kemampuannya, hingga pada akhirnya ia sadar bahwa seluruh kekuatan itu tidak ada artinya tanpa so...

Radang Tenggorokan

Radang tenggorokan berarti dinding tenggorokan menebal atau bengkak, berwarna lebih merah, ada bintik-bintik putih dan terasa sakit bila menelan makanan. Apa penyebab radang tenggorokan? Virus, 80 % sakit tenggorokan disebabkan oleh virus, dapat menyebabkan demam . Batuk dan pilek. Dimana batuk dan lendir (ingus) dapat membuat tenggorokan teriritasi. Virus coxsackie (hand, foot, and mouth disease). Alergi. Alergi dapat menyebabkan iritasi tenggorokan ringan yang bersifat kronis (menetap). Bakteri streptokokus, dipastikan dengan Kultur tenggorok. Tes ini umumnya dilakukan di laboratorium menggunakan hasil usap tenggorok pasien. Dapat ditemukan gejala klasik dari kuman streptokokus seperti nyeri hebat saat menelan, terlihat bintik-bintik putih, muntah – muntah, bernanah pada kelenjar amandelnya, disertai pembesaran kelenjar amandel. Merokok. Kebanyakan radang tenggorokan disebabkan oleh dua jenis infeksi yaitu virus dan bakteri. Sekitar 80% radang tenggorokan disebabkan oleh...

So Soon

Every time I close my eyes I see you in front of me I still can hear your voice calling out my name And I remember all the stories you told me I miss the time you were around  I miss the time you were around But I’m so grateful for every moment I spent with you ‘Cause I know life won’t last forever You went so soon, so soon You left so soon, so soon I have to move on ’cause I know it’s been too long I’ve got to stop the tears, keep my faith and be strong I’ll try to take it all, even though it’s so hard I see you in my dreams but when I wake up you are gone Gone so soon Night and day, I still feel you are close to me And I remember you in every prayer that I make Every single day may you be shaded by His mercy But life is not the same, and it will never be the same But I’m so thankful for every memory I shared with you ‘Cause I know this life is not forever There were days when I had no strength to go on I felt so weak and I just couldn't help asking...

[sepi]

Ku lari ke hutan, kemudian menyanyiku Ku lari ke pantai, kemudian teriakku Sepi-sepi dan sendiri,  Aku benci Aku ingin bingar,  Aku mau di pasar Bosan aku dengan penat, Dan enyah saja kau pekat Seperti berjelaga jika ku sendiri Pecahkan saja gelasnya biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh, Ada malaikat menyulam jaring laba-laba belang di tembok keraton putih, Kenapa tak goyangkan saja loncengnya, biar terdera Atau aku harus lari ke hutan belok ke pantai?* Terlahir seorang diri di muka bumi,, mengenali setiap wajah,, mendengar setiap suara.. merangkak meraih,, belajar berdiri tegak,, mengayunkan langkah berlari,, di kerumunan orang berada,, d i tengah keramaian,. aku masih merasa sepi,, hingga sepi benar menjadi abadi,, hilang seorang diri.. *puisi Rangga dalam Ada Apa dengan Cinta **gambar dari naromacan.blogspot.com

Menikah: Syar'i atau Manhaji?

Ku dapati kabar pernikahan lagi dari seorang kawan. Ia urutan ke empat dari kelas kami yang kan mengikat janji suci bernama pernikahan. Barakallah untuknya. Semoga menjadi keluarga sakinah, mawaddah, dan warahmah.. Amin Menikah,,, hm,, sering menjadi topik perbincangan di kalangan mahasiswa. Apalagi yang mau ataupun sudah melepas gelarnya sebagai mahasiswa. Bagaimana tidak.. Siapa yang tak inginkan menikah? Jalan tuk menggenapkan separuh dien agama. Sunah Rasulullah. Lalu menikah seperti apa yang diinginkan? Ada dua kata yang sering menjadi bahan pemikiran para aktivis dakwah tentang menikah. Syar'i atau manhaji? Dua kata yang akan menjadi pilihan jalan yang ingin ditempuh. Pertanyaan serius itu pun tak luput ditujukan kepadaku oleh 'ibu' setahun yang lalu. Dengan mantap ku lontarkan jawaban atas pemahamanku. Jawaban yang masih ku ingat dan ku pegang hingga saat ini. Semoga Allah pun meridhoinya. Islam menuntun umatnya untuk menikah sesuai syari'at...

Judulnya, Aku Ingin Bersama Selamanya

Ketika tunas ini tumbuh,  serupa tubuh yang mengakar. Setiap nafas yang terhembus adalah kata.  Angan, debur dan emosi bersatu dalam jubah berpautan.  Tangan kita terikat… Lidah kita menyatu…  Maka setiap apa yang terucap adalah sabda pendita ratu.  Hahhh... Di luar itu pasir… Di luar itu debu…  Hanya angin meniup saja lalu terbang hilang tak ada.  Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu.  Jiwa ini tandu… Maka duduk saja…  Maka akan kita bawa ... Semua…  Karena kita adalah satu. * puisi dalam Ada Apa Dengan Cinta